berbagi info perbedaan mesin hino RK8 dan hino RG
Mungkin ini
yang banyak dibicarakan oleh para penggemar bus termasuk SAC LOVERS,
antara si kakak HINO RG1J dangan si adik HINO RK8J. Mana yang lebih
kencang?, mana yang lebih nyaman?, dan serba-serbinya.
Ok, mari kita telusuri lebih jauh dari sisi teknisnya.
1. Engine & Driveline
Keduanya sudah mengaplikasi mesin OHC (Overhead Camshaft) yang
mempunyai getaran dan suara yang halus dibanding mesin OHV. Tiap
silindernya dilayani oleh 4 katup, yakni 2 masuk dan 2 keluar, sehingga
tenaga yang dihasilkan cukup besar. Keduanya sudah dilengkapi dengan
turbocharger-intercooler untuk peningkat tenaga mesin. Mesin dengan
mekanisme seperti ini setara dengan mesin diesel pada passenger car
generasi terkini. Oya, kedua mesin ini sama-sama EURO-2 complied, bahkan
RK8J bisa langsung convert ke Euro-3!.
Perbedaannya, jika Hino
RG1J menggunakan mesin seri J08C dengan kapasitas mesin 7.961cc yang
dihasilkan dari silinder berdiameter 114.0mm x langkah 130.0mm, Hino
RK8J berseri J08E berkapasitas 7.642cc dengan diameter x langkah
silinder 112.0mm x 130.0mm.
Kedua mesin ini merupakan satu
keturunan J21-Heritage milik Hino, dengan konstruksi yang serupa dan
perbandingan kompresi yang sama (18.0:1). Seri RG menghasilkan daya
240Ps pada 2.500rpm dan torsi 72Kgm pada 1.500rpm, sedangkan seri RK
mempunyai dua output horsepower range: 235Ps@2.500rpm + 72Kgm@1.500rpm
dan 260Ps@2.500rpm + 76Kgm@1.500rpm.
Jelas di sini Hino RG1J
kalah spek dari Hino RK8J yang lebih maju. Dengan transmisi yang serupa,
yakni MF06S, laju keluaran mesin-pun mempunyai kemampuan yang sama.
Hanya, saja, dua varian ini kembali berbagi untuk kemampuan. Hino RG
lebih ditujukan untuk jalanan datar, sedangkan Hino RK lebih untuk
jalanan yang bervariatif. Mau tahu buktinya?, lihat saja perbandingan
gigi-nya, RG= 4.300:1, sedang RK= 5.125:1, tuuh kaan..., RG jago lari
tapi capek deech.. kalau nanjak, RK 235 lari secukupnya, nanjak OK
punya! , RK260 lari nyaris serupa RG, nanjaknya jauh kalau dibanding RG
atawa RK235 sekalipun. Kira-kira teman-teman sudah punya jawaban untuk
sektor mesin dan penggeraknya sekarang.
2. Chassis
Dari
kode bodinya, Hino RG mempunyai lebih banyak varian daripada RK. RG
punya dua varian; Hino RG1JNKA dan Hino RG1JSKA, RK hanya punya satu
varian; RK8JSKA. RG1JNKA mempunyai sumbu roda yang lebih pendek
dibanding JSKA; 5.300mm vs 6.100mm dengan overhang depan-belakang yang
serupa; 2.430mm - 3.310mm. Sedang Hino RK8JSKA (meski sama-sama S-nya)
mempunyai jarak sumbu roda 6.000mm dengan overhang 2.200mm - 3.070mm.
Untuk gandar (axle), RG memakai Hino MF671 untuk front axle dan Hino
SH16-1 untuk rear axle dengan jarak pijak 1.920mm - 1.840mm. RK memekai
jenis axle yang sama, hanya jarak pijaknya lebih lebar; 2.020mm -
1.840mm. Urusan chassis frame, keduanya bak langit dan bumi alias jauh
bangeett... RG mengaplikasi straight frame alias rangka kanal C datar
dari axle depan hingga rear end, dengan lebar chassis tetap. RK
mengaplikasi chassis tangga (ladder frame) dengan tonjolan/lengkungan
chassis di atas axle belakang. Ooops, nyaris lupa!, keduanya (RG&RK)
juga applicable untuk Air Suspension dengan tipe Hendrickson (R) HAS230
2-bag air suspension.
Waah, nampaknya RG yang legendaris harus
bertekuk lutut pada RK untuk urusan pengendalian dan kenyamanan.
Aplikasi jarak pijak yang lebih lebar membuat RK jauh lebih stabil
dibanding RG terutama untuk akselerasi dan deselerasi di tikungan. King
frame (begitu julukannya) pada RK juga menawarkan kenyamanan lebih pada
penumpang, karena suspensi bisa bekerja (mengayun dan meredam getaran)
lebih optimal dibanding RG.
3. Pengendalian
Sebelumnya,
masalah pengendalian ini berhubungan erat dengan driver-nya, jadi sangat
subjektif. Tetapi, dari hasil wawancara (waah, gaya..) dengan pengemudi
chassis kiriman, didapat bahwa tarikan awal RG jauh-jaul lebih gila
daripada RK, begitu pula untuk urusan top speed. Tapi kalau sudah
menemukan tanjakan yang panjang seperti di Alas Roban, Ungaran-Salatiga,
dan Purwosari-Lawang, rasanya RK jauh lebih buas melahapnya.
Kalau sudah ada bodinya, kalau sama pembuatnya (dangan catatan kualitas
bodi sama), penulis sudah pernah mencoba sendiri, dan memang dari segi
kegesitan berlari, RG patut diacungi jempol, tetapi urusan stabilitas,
ayunan body, ridigitas chassis, RK memang raja nyamannya Hino. Tapi
cocok juga, kalau mengejar kenyamanan, baiknya jangan kencang-kencang,
seperti RK8 yang lembut, setuju teman-teman?
So!, mulai dari
mesin, penggerak, dan chassis, kita sudah lebih tahu sebenarnya siapa
lebih OK. Tapi dalam prakteknya kemampuan mesin serta chassis juga
dibatasi sekaligus didukung oleh body manufacturer alias karoserinya,
tapi kemampuan aslinya teman-teman bisa review di atas.
sumber: Grup SAC lovers
#FS

